Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketimpangan Pendapatan di Jawa Tengah tahun 2018
DOI:
https://doi.org/10.57122/integral.v2i1.17Kata Kunci:
Jumlah Penduduk, Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan PendapatanAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Ketimpangan pendapatan merupakan variabel dependen dalam penelitian ini, dan jumlah penduduk, kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel independen. Penelitian ini menggunakan data cross-sectional yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Ordinary Least Square (OLS) dengan model regresi linier berganda. Hasil menunjukkan variable penduduk di Jawa Tengah mempunyai pengaruh positif serta signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Variable kemiskinan mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Sedangkan variable pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh positif terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah.
Referensi
Adipuryanti, N. L. Y., & Sudibia. (2015). Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk Yang Bekerja dan Investasi Terhadap Ketimpangan Distribusi Pendapatan Melalui Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Di Provinsi Bali. Jurnal Kependudukan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia , XI(1).
Arsyad. (2010). Ekonomi Pembangunan. Universitas Gadjah Mada.
Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. (2015). Jawa Tengah Dalam Angka 2015.Semarang
Badan Pusat Statistik. (2016). Jumlah Penduduk miskin Indonesia
Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. (2018). Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah tahun 2018.
Hartini, N. T. (2017). Pengaruh PDRB per kapita, investasi dan IPM terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2011-2015.
Jhingan. (2012). Ekonomi Pembangunan Dan Perencanaan. PT. Raja Gravindo Persada.
K. Sitepu, Rasidin, Bonar M. Sinaga. (2004). Dampak Investasi Sumber Daya Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan di Indonesia : Pendekatan Model
Lanjouw. (2001). Poverty, Education And Health In Indonesia. Who Benefits From Public Spending. Spanding World Bank Working Paper No 2379. Washinton DS.
Mulyaningsih, Yani. (2008). Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Di Sektor Pendidikan dan Kesehatan Terhadap Pengentasan Kemiskinan Melalui Peningkatan Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan. Vol 1 no. 1. Juli 2011.
Nurhuda. (2013). Analisis Ketimpangan Pembangunan (Studi di Provinsi Jawa Timur Tahun 2005-2011), Jurnal: Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang
Nugroho, I., & Dahuri, I. (2012). Pembangunan Wilayah: Perspektif ekonomi, sosial, dan lingkungan (second ed). LP3ES
Ritonga, Hamonangan. (2003). Perhitungan Penduduk Miskin. Jakarta: Badan pusat Statistik.
Siskawati, N. (2014). Pegaruh Jumlah Penduduk dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Jurnal Paradigma Ekonomi, 9(2).
Sukirno, S. (2013). Makro Ekonomi Teori Pengantar (Edisi Ketiga). PT. Raja Gravindo Persada.
Sukirno, S. (2016). Makroekonomi Teori Pengantar. Raja Grafindo Persada (Rajawali Perss), Jakarta.
Sukirno, S. (2006). Ekonomi Pembangunan: Proses Masalah dan Dasar Kebijakan. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta
Sukirno, Sadono, (2002). Makro Ekonomi Modern, P.T.Rajawali Grafindo Persada : Jakarta.
Supriatna, Tjahya. (2000). Strategi Pembangunan dan Kemiskinan, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.
Susanto, Iwan. (2014),Analisis Pengaruh PDRB, Penduduk, Dan Inflasi Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Studi Kasus Kota Malang Tahun 1998-2012). http://www.jimfeb.ub.ac.id/ Vol 2, No 2 2014.
Todaro, P M., Smith, C S (2000), Pembangunan Ekonomi. Penerbit : Erlangga.
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Arif Gusmianto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



