Optimalisasi Wisata Bendungan Bener Berbasis Village Branding Sebagai Upaya Alternatif Pengentasan Kemiskinan di Purworejo
DOI:
https://doi.org/10.57122/integral.v2i2.24Kata Kunci:
Bendungan Bener, Village Branding, Kelayakan, KesiapanAbstrak
Adanya pembangunan bendungan Bener sebagai bendungan tertinggi se-Indonesia di Kab.Purworejo merupakan potensi destinasi wisata yang akan menambah daya tarik kunjungan wisatawan, sehingga perlu dibangun branding village di area sekitar termasuk desa Guntur dengan memanfaatkan tekhnologi 4.0 agar lebih dikenal khalayak umum sebagai tujuan destinasi wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan desa Guntur sebagai desa wisata dan kesiapan masyarakat terhadap pengembangan wisata. Penelitian ini adalah Penelitian mix methode dengan rancangan sequential explanatory design dengan jumlah sample 30 orang. Hasil analisis kuantitatif kelayakan desa guntur sebagai desa wisata sebagian besar belum layak yaitu 64,96%, unsur terendah adalah pada unsur sarana dan prasarana yaitu 60% dan aksesibilitas 61,1%, akan tetapi pada unsur daya tarik memiliki skor yang layak untuk di kembangkan yaitu 73,3% > 66,6%. Hasil pengukuran kesiapan 3,94 yang berarti sebagian besar responden siap dengan pembentukan desa wisata dan digitalisasi desa. Hasil interview menunjukkan Desa Guntur memiliki potensi wisata dalam bentuk produk home industri yang pemasarannya masih dilakukann secara konvensional. Kesimpulan Desa Guntur belum layak untuk dibentuk menjadi desa wisata, tetapi pemerintah layak mempertimbangkan persiapan pembangunan desa guntur menjadi desa wisata dengan melihat potensi daya tarik dan home industry yang dimiliki.
Referensi
BPS. (2020a). Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Agustus 2020.Jakarta: Badan Pusat Statistik
BPS. (2020b). Sosial Demografi Dampak Covid-19. Jakarta: Badan Pusat Statistik
CEIC.(2020). Indonesia Premium Database. Diunduh 28 Mei 2020 dari website https://insights.ceicdata.com/node/INDONESIA__TP86933
Chaerani, R. 2011, “Pengaruh City Branding Terhadap City Image” Solo: Jawa Tengah.
Dyanita Nawangsari, C. M. (2018). Pengembangan Wisata Pantai Desa Watu Karung dan Desa Sendanng Kabupaten Pacitan Tahun 2018. Jurnal GeoEco, 31 – 40
Kavaratzis, Mihalis. 2004. From village marketing to village branding : Towards a theoretical framework for developing city brands. Place branding, vol 1 No.1 Tahun 2008
Megatara, dan Suryani, A. (2016). Penentu Niat Pembelian Kembali Tiket Pesawat Secara Online Pada Situs Traveloka.com. E-Jurnal Manajemen Unud, 5(9).
Moilanen, Teemu & Rainisto. 2009. How to Brand Nations, Cities and Destinations, A Planning Book for Place Branding. USA: Palgrave Macmillan.
Muliawan, H. 2008. Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Konsep dan Implementasi, tanpa kota: tanpa penerbit
PP No.50 Tahun 2011. Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional 2010 – 2025
Sambodo, L.A.A.T. (2020). Pariwisata dan Adaptasi Tatanan Baru (Paparan Bappenas). Disampaikan dalam Webinar Genpinas. 19 Juni 2020
Sekartjakrarini. (2011). Kriteria Dan Indikator Ekowisata Indonesia. Bogor: Ide
Setiawan, W. (2017). Era Digital dan Tantangannya. Seminar Nasional Pendidikan 2017, 1–
Soekidjo, R. G. 2000. Anatomi Pariwisata memahami Pariwisata sebagai Systemic Linkage. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Swarbrooke, John & Horner, Susan. 2007. Consumer Behavior in Tourism second edition. USA p 36-45
Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan
UNWTO, ASEAN Integration and Its Impact On Tourism. A Technical paper prepared for the UNWTO Member States belonging to ASEAN. January 2010.
Utama. I Gusti Bagus Rai. 2011. Health and Wellness Tourism Jenis dan Potensi Pengembangannya di Bali. http:// tourismbali.wordpress.com/2011/03/08/ health-and-wellness-tourism-jenis-danpotensi-pengembangannya-di-b
Voigt, C., Laing, J., Wray, M., Brown, G., Howatt, G., Weiler, B., & Trembath, R. (2010). Wellness and medical tourism in Australia: a scoping study. Australia: Gold Coast
Watkins, M., Ziyadin, S., Imatayeva, A., Kurmangalieva, A., & Blembayeva, A. (2018). Digital tourism as a key factor in the development of the economy. Economic Annals-XXI, 169(1– 2), 40–45. https://doi.org/10.21003/ea.V169-08
Way, Irma Herlina & Wuisang, Cynthia.E.V. 2016. Analisis Kebutuhan Prasarana dan Sarana Pariwisata di Danau Uter Kecamatan Aitinyo Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat. Jurnal SPASIAL, 3(3), 27-37.
Wijaya Endra et al. Desa Digital : Peluang untuk mengoptimalkan penyebarluasan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum Vol.13 No.1 Januari 2013 Availabe at. https://www.researchgate.net/publication/331588433_Desa_Digital_Peluang_untuk_Mengoptimalkan_Penyebarluasan_Peraturan_Perundang-Undangan_di_Indonesia
Yoeti, Oka A. 2008. Ekonomi Pariwisata: Introduksi, Informasi, dan Aplikasi. Jakarta: Kompas
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Nur Khasanah, Herliana Riska, Dodi Setiawan Riatmaja

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



