Pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) pada Usahatani Salak Pondoh
Kata Kunci:
Pemanfaatan ICT, Usahatani Salak Pondoh, Studi KasusAbstrak
Information and Communication Technology (ICT) merupakan media yang mampu menghubungkan jarak dalam bentuk virtual sehingga mudah dijangkau. Salah satu pemanfaatan ICT adalah pemanfaatan pada usahatani salak pondoh. Dalam hal ini, ICT dapat dimanfaatkan di dalam proses budidaya maupun pemasaran salak pondoh sehingga komunikasi maupun informasi produksi maupun distribusi salak pondoh dapat dijalankan dengan efisien. Terdapat tujuan yang mendasari penelitian ini, yaitu: kontribusi ICT di dalam usahatani salak pondoh, baik siklus produksi maupun pemasaran komoditas salak pondoh Desa Wonokerto. Studi kasus merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini yang didasari oleh sifat penelitian yang masih sangat baru dan pertanyaan penelitian yang hanya mampu dijawab dengan mengoptimalkan why dan how. Oleh karenanya, pengumpulan infomasi menggunakan teknik indepth interview. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik snowball dan purposive sampling dengan infoman berupa petani dan pengepul salak pondoh di Desa Wonokerto. Hasil yang diperoleh di dalam penelitian ini adalah adanya pemanfaatan ICT yang cenderung dimanfaatkan oleh para pengepul dibandingkan para petani salak pondoh. Kegiatan pemasaran salak pondoh lebih membutuhkan ICT dibandingkan kegiatan budidaya salak pondoh. Oleh karena itu, pengepul memiliki tingkat pemakaian ICT lebih tinggi dibandingkan para petani salak.
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2015). Statistik Daerah Kecamatan Turi. Kabupaten Sleman: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman.
Food and Agriculture Organization. (2012). ICT and Agriculture in The Context of green Growth. The World Bank’s ICT in Agriculture e-Sourcebook 2011.
Food and Agriculture Organization. (2015). Implementation of the World Summit on Information Society (WSIS). E-Agriculture Strategy 10 Years Review.
Kauffman and Kumar. (2008). Impact of Information and Communication Technologies on Country Development: Accounting for Area Interrelationships. International Journal of Electronic Commerce, Vol. 13, No. 1 (Fall, 2008), pp. 11-58.
Mukhyi, Mohammad Abdul. (2007). Analisis Peranan Subsektor Pertanian dan Sektor Unggulan terhadap Pembangunan Kawasan Ekonomi Propinsi Jawa Barat: Pendekatan Analisis IRIO. Universitas Gunadarma. Depok.
Rachmawati, Rini dan Rijanta. (2012). Population Mobility and Urban Spatial Structure: Does the Use of Information and Communication Technology Matter?. Fakultas Geografi. Universitas Gadjah Mada.
Rahim dan Diah Retno Dwi Hastuti. (2007). Pengantar, Teori, dan Kasus Ekonomika Pertanian. Depok: Penebar Swadaya.
Rangkuti, Parlaungan Adil. (2009). Strategi Komunikasi Membangun Kemandirian Pangan. Jurnal Litbang Pertanian, 28(2), 2009. Institut Pertanian Bogor.
Saragih, Pembrimen R.h. (2015). Penyediaan Ruang Publik Taman Kota Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Mendukung Jakarta Smart City di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Skripsi Universitas Gadjah Mada.
Sari, Oktafianti Kumara. (2008). Studi Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Salak Pondoh (Salacca zalacca Gaertner Voss.) di Wilayah Kabupaten Sleman. Skripsi Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
USAID. (2010). Using ICT to Increase The Success of Usaid/Indonesia’s Agriculture Sector Programs 2010. United States Goverment.
Yuwono, Triwibowo, dkk. (2011). Pembangunan Pertanian: Membangun Kedaulatan Pangan. UGM Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Desy Apriliana Sari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



