Dinamika Putusan Mahkamah Konstitusi Tentang Usia Minimal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Dalam Lanskap Twitter
DOI:
https://doi.org/10.57122/integral.v4i1.51Kata Kunci:
Twitter, Mahkamah konstitusi, Calon presiden, Calon wakil presidenAbstrak
Penelitian ini akan mengkaji secara mendalam dinamika putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang ketentuan persyaratan usia minimal calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang berdampak pada opini publik, baik di kalangan pengguna Twitter maupun masyarakat umum serta bagaimana partisipasi dalam gerakan ini dapat membentuk pandangan dan kesadaran terhadap isu-isu tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library approach), yaitu melalui review buku, peraturan perundang-undangan dan dokumen lain yang relevan dengan penelitian ini. Database penelitian diambil dari Twitter menggunakan web crawler atau spider dengan kata kunci "Vice President Age Limit" dengan total 150 data. Data dianalisis menggunakan alat menggunakan alat Nvivo 12. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Twitter telah memiliki dampak signifikan terhadap opini publik, baik di kalangan pengguna Twitter maupun masyarakat umum, dengan fokus utama pada aspek hukum, politik, dan demokrasi. Penulis menemukan tiga kata kunci yang paling banyak digunakan oleh pengguna Twitter dalam mengangkat isu batas usia calon/wakil presiden, yaitu Hukum dengan persentase 48 persen, Politik dengan persentase 30 persen, dan Demokrasi dengan persentase 21persen.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rindi Kosasi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



