Disparitas Politik dan Dinamika Politik Uang Pada Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.57122/integral.v4i1.58Kata Kunci:
Kesenjangan Politik, Pemilu, Money PolitikAbstrak
Politik uang muncul karena adanya obsesi untuk menjadi pemimpin yang dipilih oleh rakyat, sehingga memiliki kewenangan untuk mengatur. Tindakan politik uang ini merusak nilai demokrasi karena bertentangan dengan prinsip dasar pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenjangan politik yang disebabkan oleh praktik money politik di Indonesia. Money politik yang merujuk pada penggunaan uang atau hadiah untuk mempengaruhi pemilih atau pejabat publik, telah menjadi masalah yang meresahkan dalam sistem politik Indonesia. Fenomena ini tidak hanya mengganggu integritas dan keadilan proses pemilihan, tetapi juga memperlebar kesenjangan politik di masyarakat. Metode ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi berbagai bentuk money politik yang terjadi di Indonesia, serta dampaknya terhadap dinamika politik dan partisipasi publik. Data penelitian diperoleh melalui hasil literatur review dengan menelusuri berbagai jurnal, artikel, dan berita massa yang telah dilakukan validasi untuk mendalam dengan para ahli politik dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 37,2% persentase kekhawatiran pada kasus money politik, dan representatif money politik 49,6% menolak dan 46,6% penerimaan pada kasus money politik di Maluku Utara. Dengan kasus money politik yang cukup besar di Maluku Utara menyebabkan kesenjangan politik terjadi yang akan membuat arah demokrasi tidak selaras dengan tujuan semestinya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Irva Anggita; Endang Indri Listiani; Melati Pramudita Lestari, Tegar Pramudignuno Teraspati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



